Siapa Aku? Sebuah Kejujuran Yang Rahasia
Hallo dunia maya, ini adalah tulisan pertamaku, jikalau kosa kata yang ku tulis ini sederhana dan terlalu membosankan, mohon maaf. Aku bukan seorang penulis, aku hanya seorang pemuda yang berasal dari Bogor, yang mana aku sering kali merindukan julukan kota hujannya disaat kemarau.
Aku tidak ingin menyebutkan namaku di dalam tulisan ini, atau bahkan diseluruh postingan yang akan ku tulis nantinya. Jika teman-temanku membaca tulisan ini, pastinya mereka akan menertawai ku, bagaimana tidak? kata demi kata yang ku ketik di dalam blog ini mungkin semuanya adalah kejujuranku, dan semua keluhanku yang tidak di ketahui oleh siapapun, kecuali aku, dan buku diary ku.
Jelas itu berbanding terbalik dengan sisi lain ku di dunia nyata, sifat di kehidupanku itu segala hal yang sudah ku palsukan, mereka yang sudah terlanjur mengenaliku, tidak akan sadar kebohongan yang selalu akan tampilkan. Aku dikenal sebagai anak yang cukup riang, bahkan di saat ada perkumpulan para alumni sekolah pun aku termasuk orang yang berpengaruh kehadirannya.
Kini status ku sebagai mahasiswa di salah satu Universitas, cita-cita ku saat masih mendiami bangku SMK terkabuli, saat itu aku mendambakan untuk bisa kuliah sambil bekerja, aku sadar bahwa status ekonomi keluargaku tidaklah mewah, semuanya serba kecukupan. Alasanku punya keinginan seperti itu hanya untuk meringankan beban kedua orang tua ku yang setiap detiknya semakin menua. Terkadang aku tidak tega ketika aku pulang agak malam setelah mengerjakan tugas sekolah, ketika aku membuka pintu dan melihat kedua orang tua ku tidur, hati ini sungguh tersentuh, orang tua ku selalu memperjuangkan ku hingga saat ini, tanpa ada keluhan apapun yang terucap. Namun balas budi ku kepada orang tuaku sangatlah hina, aku bukan orang yang berprestasi, aku bukan orang yang membanggakan, dikelas pun aku tidak pernah mendapatkan julukan sang juara kelas. Aku payah, aku sungguh berterima kasih kepada kedua orang tuaku, aku mencintai kedua orang tua ku apa adanya, dengan begitu aku bahagia.
Ucapan terimakasih ku tidak mungkin akan terucap secara langsung, aku seorang yang pemalu, tapi aku sungguh ingin mengucapkannya secara langsung. Entah sulit sekali untuk dijelaskan, kata itu memang benar-benar terasa berat ketika di ucap, mungkin diantara kamu yang sedang membaca mengerti perasaanku, atau mungkin kamu juga termasuk dari salah satu orang yang sepertiku. Entah ada yang membaca tulisan yang tidak bermutu ini atau tidak.
Ketahuilah, aku adalah orang yang tidak akan pernah menang melawan kesepian, beritahu aku cara untuk melawannya. Sifat ku yang sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain membuat dia semakin menang.
Komentar
Posting Komentar